Upaya memperkuat kompetensi abad ke-21 di lingkungan sekolah Muhammadiyah terus digencarkan. Salah satunya melalui pengembangan literasi _coding_ dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang kini mulai diperkenalkan secara lebih sistematis di sekolah.

Sebagai bagian dari langkah tersebut, SD Muhammadiyah 1 Kota Malang bersama dua sekolah Muhammadiyah lainnya, yakni SD Muhammadiyah 9 Kota Malang dan Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Malang, turut ambil bagian dalam penandatanganan kerja sama program Coding dan AI Literacy Scribo bersama Marshall Cavendish Education Singapura.

Kegiatan yang diikuti 47 kepala sekolah Muhammadiyah jenjang SD, SMP, SMA, dan MA se-Jawa Timur ini diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Surabaya, Jumat (13/3/2026).

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur, Prof Khozin, menjelaskan bahwa penguatan literasi digital menjadi kebutuhan mendesak di tengah perkembangan teknologi global yang sangat cepat. Menurutnya, dunia pendidikan perlu mempersiapkan generasi yang tidak hanya mampu membaca dan menulis, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir komputasional serta memahami teknologi kecerdasan buatan.

“Anak-anak kita hidup di era kecerdasan buatan. Sekolah Muhammadiyah harus menjadi pelopor dalam membekali generasi dengan kemampuan berpikir komputasional, kreativitas digital, dan etika penggunaan teknologi,” ujarnya.

Melalui program Scribo AI Literacy dari Marshall Cavendish Education, siswa diharapkan dapat mengenal konsep coding, logika pemrograman, serta pemanfaatan kecerdasan buatan secara bijak dan produktif.

Kepala SD Muhammadiyah 1 Kota Malang, Rizka Silvia, S.PdI, M.Pd, menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah penting untuk memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah Muhammadiyah.

Menurutnya, pengenalan coding dan AI sejak dini akan membantu siswa mengembangkan pola pikir kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Program ini sangat penting untuk membekali siswa dengan keterampilan masa depan. Anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga belajar memahami cara kerja teknologi tersebut secara lebih mendalam,” ujarnya.

Rizka menambahkan, SD Muhammadiyah 1 Malang siap mendukung implementasi program ini melalui penguatan kapasitas guru serta integrasi materi coding dan AI dalam kegiatan pembelajaran secara bertahap.

Ia berharap kolaborasi ini dapat membuka peluang lebih luas bagi siswa Muhammadiyah untuk berkembang dalam bidang teknologi sekaligus tetap menjunjung nilai-nilai etika dan karakter dalam penggunaannya.

Keterlibatan SD Muhammadiyah 1 Malang bersama SD Muhammadiyah 9 Kota Malang dan MA Muhammadiyah 1 Malang dalam program ini menjadi bagian dari komitmen sekolah Muhammadiyah di Kota Malang untuk terus berinovasi dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan tantangan masa depan.

Dengan langkah ini, sekolah Muhammadiyah diharapkan semakin siap mencetak generasi muda yang adaptif, kreatif, dan mampu berperan aktif dalam perkembangan teknologi global.