Student Immersion Batch 2 ajarkan Peradaban dan Sains di Malaysia–Singapura
Program Student Immersion Batch 2 yang diprakarsai SD Muhammadiyah 1 Malang pada 12–16 Mei 2026 tidak sekadar menjadi perjalanan luar negeri biasa. Kegiatan yang juga diikuti SD Muhammadiyah 8, SMP 1 Muhammadiyah, SMP Asyiyah Muhammadiyah 3 dan SMA Muhammadiyah 1 Malang ini dirancang sebagai pembelajaran langsung berbasis pengalaman ( experiential learning) dengan mengunjungi berbagai pusat pengetahuan, sejarah, budaya, hingga sains modern di Malaysia dan Singapura.
Selama kegiatan berlangsung, para murid diajak mengenal perkembangan dua negara melalui kunjungan ke berbagai pusat edukasi, sekolah internasional, kawasan tata kota modern, hingga pusat pengembangan sains dan teknologi. Di Singapura, rombongan mengunjungi Urban Redevelopment Authority (URA) untuk mempelajari konsep penataan kota modern, pengelolaan lingkungan, serta sistem pengolahan air hujan dan pencegahan banjir yang menjadi salah satu kekuatan negara tersebut.
Selain itu, murid juga belajar mengenai perkembangan pendidikan dan budaya melalui kunjungan ke sejumlah sekolah dan pusat sejarah di Singapura maupun Malaysia. Sementara di Malaysia, peserta memperoleh pengalaman belajar sains secara langsung di pusat sains negara yang memperkenalkan berbagai teknologi dan eksperimen interaktif.

Kepala SD Muhammadiyah 1 Malang, Rizka Silvia, S.Pd.i., M.Pd menegaskan bahwa program Student Immersion bukan sekadar agenda rekreasi luar negeri. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran nyata untuk membuka wawasan global murid sejak usia dini.
“Kadang masih ada anggapan bahwa kegiatan seperti ini hanya jalan-jalan atau rekreasi. Padahal anak-anak belajar langsung tentang budaya, kedisiplinan, tata kota, teknologi, pendidikan, hingga pengelolaan lingkungan dari negara lain. Ini pengalaman belajar yang tidak bisa diperoleh hanya di dalam kelas,” ujarnya.
Ketua Student Immersion Batch 2, Fika Ratna Pratiwi, M.Pd menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah disusun dengan konsep edukatif dan terintegrasi dengan penguatan karakter murid.
“Kami ingin anak-anak memiliki wawasan internasional, kemampuan adaptasi, komunikasi, serta belajar menghargai kemajuan bangsa lain tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai Islami,” jelasnya.
Tak hanya murid, para orang tua juga memberikan respons positif terhadap program tersebut. Banyak wali murid mengaku puas karena anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang berbeda, lebih mandiri, disiplin, dan memiliki wawasan global setelah mengikuti kegiatan student immersion .
Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen SD Muhammadiyah 1 Malang dalam menghadirkan pendidikan berkelas internasional yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pengalaman nyata, karakter, dan kecakapan abad 21.
0 Komentar